Perang Perbatasan Kamboja-Thailand 2025: Gencatan Senjata Trump Gagal, Bentrokan Masih Berkobar Hingga Desember!

Hobi Hype Perang Perbatasan Kamboja-Thailand 2025 Gencatan Senjata Trump Gagal

Hobi Hype – Konflik Kamboja Thailand 2025 gencatan senjata kembali jadi sorotan dunia saat bentrokan sengit meletus lagi pada Desember 2025. Meski Presiden AS Donald Trump klaim berhasil brokering gencatan senjata baru pada 12 Desember, Thailand langsung bantah dan lanjutkan operasi militer. Serangan udara F-16 Thailand hingga roket Kamboja warnai perbatasan, sebabkan puluhan tewas dan ratusan ribu mengungsi. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa damai rapuh ini terus pecah? Artikel ini kupas kronologi terkini, akar masalah Kuil Preah Vihear, dan prediksi masa depan hubungan dua negara tetangga ini!

Sengketa Abadi di Balik Kuil Preah Vihear

Konflik perbatasan Kamboja-Thailand berakar dari era kolonial Prancis pada 1907, saat peta batas digambar dan tempatkan Kuil Preah Vihear di wilayah Kamboja. Mahkamah Internasional (ICJ) pada 1962 dan 2013 konfirmasi kepemilikan Kamboja atas kuil kuno abad ke-11 itu, tapi wilayah sekitar tetap disputed.

Bacaan Lainnya

Tahun 2025 jadi puncak eskalasi:

  • Mei: Skirmish bunuh satu tentara Kamboja.
  • Juli: Pertempuran 5 hari tewaskan 48 orang, displacing 300.000 warga. Trump mediasi gencatan senjata di Kuala Lumpur, Malaysia.
  • Oktober: Pakta Perdamaian ditandatangani dengan Trump hadir.
  • November: Thailand suspend pakta setelah ranjau luka tentara mereka.
  • Desember: Bentrokan baru mulai 7 Desember, eskalasi jadi serangan udara dan artileri.

Kedua pihak saling tuding violasi gencatan senjata. Thailand klaim Kamboja tanam ranjau baru, sementara Kamboja sebut Thailand agresor.

Pertempuran Masih Berlangsung!

Hingga 14 Desember 2025, konflik Kamboja Thailand 2025 gencatan senjata belum tercapai efektif. Trump posting di media sosial pada 12 Desember bahwa kedua pemimpin setuju “kembali ke Peace Accord asli”. Namun, PM Thailand Anutin Charnvirakul bantah: “Belum ada gencatan senjata, kami lanjut bertempur sampai ancaman hilang.”

Fakta lapangan:

  • 13 Desember: Kamboja laporkan F-16 Thailand jatuhkan 7 bom di wilayah mereka.
  • Kamboja tutup semua penyeberangan perbatasan.
  • Korban: Thailand laporkan 15 tentara tewas, Kamboja sebut 11 sipil tewas + puluhan luka.
  • Evakuasi: Lebih 500.000 warga mengungsi di kedua sisi.

ASEAN dan Malaysia (PM Anwar Ibrahim) dorong mediasi baru, tapi situasi tegang.

Korban dan Dampak Kemanusiaan: Tragedi di Perbatasan

Bentrokan ini sebabkan penderitaan besar bagi warga sipil. Berikut ringkasan dampak:

Aspek Dampak Thailand Kamboja Total Estimasi
Korban Tewas Militer 15 tentara Tidak diumumkan resmi Puluhan
Korban Tewas Sipil Beberapa luka berat 11 tewas + 70+ luka 20+ tewas
Pengungsi 125.000+ 101.000+ 600.000+
Kerusakan Rumah, sekolah rusak Pagoda, kuil, hotel dibom Infrastruktur perbatasan hancur

UNESCO khawatir atas ancaman terhadap Kuil Preah Vihear, situs Warisan Dunia.

Mengapa Gencatan Senjata Selalu Gagal? Analisis Pakar

Beberapa faktor buat konflik Kamboja Thailand 2025 gencatan senjata rapuh:

  1. Nasionalisme: Kedua negara gunakan isu perbatasan untuk boost dukungan domestik.
  2. Kurang Kepercayaan: Saling tuding pelanggaran (ranjau, provokasi).
  3. Intervensi Eksternal: Trump pakai ancaman tarif Juli lalu, tapi kini Thailand tolak link dengan trade.
  4. ASEAN Lemah: Mediasi Malaysia belum efektif sepenuhnya.

Prediksi: Jika mediasi baru gagal, konflik bisa meluas dan ganggu stabilitas Asia Tenggara.

Harapan di Tengah Tembakan

Meski gelap, ada harapan. Trump, Malaysia, dan China dorong dialog. Kamboja tekankan komitmen damai via hukum internasional, sementara Thailand ingin bukti penarikan pasukan dulu.

Apa pendapatmu? Akankah konflik Kamboja Thailand 2025 gencatan senjata tercapai segera, atau eskalasi lebih lanjut? Komentar di bawah, share artikel ini untuk update teman-teman, dan subscribe newsletter kami untuk berita internasional terkini. Pantau terus perkembangan – damai Asia Tenggara bergantung pada ini!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *