Marc Marquez Ungkap Alasan Sulitnya Kembali Dominan di MotoGP 2026: Bukan Usia, Tapi Cedera!

HobiHype Marc Marquez Ungkap Alasan Sulitnya Kembali Dominan di MotoGP 2026

Hobi Hype – Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, baru saja mengungkap alasan utama mengapa sulit baginya untuk kembali mendominasi MotoGP 2026 seperti tahun lalu. Bukan karena usia yang sudah menginjak 33 tahun, melainkan akumulasi cedera panjang yang membuat tubuhnya semakin “malas” pulih.

Pernyataan ini disampaikan Marquez langsung saat tes pramusim di Buriram, Thailand. “Bagi saya, ini bukan semakin sulit karena usia, ini semakin sulit karena cedera. Bukan karena usia. Secara mental saya masih merasa muda,” ujar The Baby Alien seperti dikutip dari Crash.net dan Kompas Otomotif.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini langsung jadi sorotan: apakah dominasi telak Marquez di 2025 (dengan Ducati Lenovo) hanya akan jadi kenangan, atau dia masih bisa rebut gelar ke-10?

Mengapa Cedera Jadi Musuh Terbesar Marquez?

Marquez bukan rider baru soal cedera. Sejak kecelakaan parah di Jerez 2020 yang merusak humerus kanan, dia sudah jalani operasi berulang kali. Cedera bahu kanan terbaru di akhir 2025, plus beberapa jatuh “silly” di tes Buriram, membuat persiapan 2026 terasa lebih berat.

Menurut Marquez sendiri:

  • Setiap musim baru, tubuh butuh waktu lebih lama pulih karena “satu cedera, lalu cedera lain menyusul”.
  • Tubuh jadi “lazier and lazier” (semakin malas), recovery memakan waktu ekstra.
  • Mental tetap muda dan lapar juara, tapi fisik tak lagi sefleksibel dulu.

Ini beda dengan era dominasinya 2013-2019, saat dia bisa push batas tanpa konsekuensi besar. Kini, insting “selalu gaspol” justru bikin dia jatuh lebih sering di tes—seperti tiga kali crash di Buriram yang disebut analis Peter Bom sebagai tanda Marquez lebih “vulnerable” di 2026.

Rival Sudah Siap “Ganggu” Marquez

Tak hanya cedera, faktor eksternal juga bikin dominasi sulit terulang. Andrea Dovizioso, mantan rival sengit, prediksi rival akan “make life more difficult” untuk Marquez.

Alasannya:

  • Tahun 2025, banyak rider tak siap hadapi level Marquez yang overwhelming setelah pindah ke Ducati factory.
  • 2026, rival seperti Pecco Bagnaia, Marco Bezzecchi, dan adiknya Alex Marquez sudah adaptasi penuh dengan regulasi saat ini.
  • Ducati GP26 disebut lebih baik dari GP25, tapi justru berarti lebih banyak Ducati kompetitif di grid (termasuk 4 unit GP26).
  • Tes Buriram tunjukkan overtaking sulit, dan rider seperti Bezzecchi (Aprilia) jadi ancaman serius.

Marquez sendiri realistis: musim 2025 “almost impossible to repeat” karena kombinasi risiko, pengorbanan fisik, dan keberuntungan.

Apa Target Marquez di MotoGP 2026?

Meski akui sulit, Marquez tak menyerah. Dia tetap incar gelar ke-10—tapi dengan mindset lebih matang:

  • Fokus enjoy proses, bukan hanya tekanan menang.
  • Manfaatkan pengalaman usia untuk kontrol diri lebih baik (tak overpush seperti dulu).
  • Percaya diri dengan Ducati GP26 yang dia bilang “better” dan feeling-nya pas.

“Yang paling sulit dalam karier saya bukan menang pertama atau kedua, tapi bangkit dari nightmare cedera,” katanya. Kini, targetnya tetap juara MotoGP 2026, tapi dengan cara lebih pintar.

Kesimpulan

Marc Marquez membuktikan comeback luar biasa di 2025, tapi MotoGP 2026 akan jadi ujian terberat: cedera akumulasi vs rival yang semakin siap. Apakah “The Baby Alien” bisa rebut gelar ke-10, atau kita akan lihat perebutan sengit di papan atas?

Musim baru dimulai Maret 2026—jangan lewatkan! Pantau update MotoGP di situs kami.

Apa pendapat Anda? Apakah cedera akan hentikan dominasi Marquez, atau dia masih tak tertandingi? Tulis di kolom komentar di bawah!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *