Hobi Hype – Dua teroris bersenjata ayah dan anak melepaskan tembakan brutal di Bondi Beach, Sydney, pada 14 Desember 2025. Serangan ini terjadi saat ratusan orang merayakan Hanukkah di Archer Park dekat pantai ikonik itu. Setidaknya 16 orang tewas, puluhan luka, dalam insiden teror antisemitik terburuk Australia sejak puluhan tahun. Polisi konfirmasi motif terinspirasi ISIS – apa yang sebenarnya terjadi dan siapa korban serta pelakunya? Ikuti ulasan mendalam ini!
Perayaan Hanukkah yang Berubah Jadi Mimpi Buruk
Komunitas Yahudi Sydney menggelar acara “Chanukah by the Sea” di Bondi Beach setiap tahun. Ribuan orang berkumpul untuk menyalakan menorah dan merayakan hari pertama Hanukkah. Suasana gembira berubah horor sekitar pukul 18:45 waktu setempat.
Pelaku tiba dengan mobil berisi bom rakitan dan bendera ISIS. Mereka naik ke jembatan penyeberangan di atas area parkir, lalu mulai menembak dari atas. Saksi mata cerita tembakan bergema seperti petasan, tapi cepat sadar itu senjata api sungguhan. Orang-orang berlarian panik, anak-anak menangis, dan darah berceceran di pasir pantai.
Detik-Detik Mencekam yang Terekam Video
Dua pria berpakaian hitam itu menembakkan sekitar 50 peluru dari senjata berlisensi milik sang ayah. Polisi identifikasi pelaku sebagai Sajid Akram (ayah, tewas ditembak polisi) dan Naveed Akram (anak, 24 tahun, dirawat di rumah sakit dan akan dituntut).
Naveed pernah diketahui otoritas sebagai pengikut kelompok ekstremis dan baru pulang dari Filipina sebulan sebelumnya. Mereka targetkan kerumunan Yahudi secara spesifik. Seorang pahlawan bernama Ahmed al-Ahmed, warga Muslim, nekat merebut senjata dari salah satu pelaku meski tertembak dua kali. Aksi beraninya selamatkan banyak nyawa – donasi untuknya sudah capai lebih dari A$1,3 juta!
Jumlah Korban Jiwa dan Luka Masih Bisa Bertambah
Hingga 16 Desember 2025, korban tewas mencapai 16 orang, termasuk:
- Anak perempuan 10 tahun
- Dua rabbi terkenal seperti Rabbi Eli Schlanger
- Seorang penyintas Holocaust
- Beberapa polisi dan warga sipil
Puluhan lainnya luka berat, 25 masih dirawat di rumah sakit termasuk anak-anak. Identitas korban lengkap terus polisi update, tapi komunitas Yahudi Sydney kehilangan tokoh penting.
Ayah Berlisensi Senjata dan Anak Radikal
Sajid Akram punya enam senjata api legal – fakta ini picu debat ketat soal undang-undang senjata Australia yang sudah ketat sejak 1996. Naveed, anaknya, polisi kenal sebagai radikal pro-ISIS. Mobil mereka berisi bahan peledak yang polisi jinakkan.
Perdana Menteri Anthony Albanese sebut ini “serangan terencana terhadap warga Yahudi”. Pemimpin dunia seperti Keir Starmer dan Donald Trump kutuk keras insiden ini.
Australia Berduka, Dunia Waspada
Warga Sydney ramai bawa bunga ke memorial di Bondi Beach. Polisi tingkatkan pengamanan di tempat ibadah Yahudi. Australia rencanakan perketat lagi aturan senjata dan lawan antisemitisme.
Netizen global ramai tagar #BondiStrong dan #StandWithJewishCommunity. Kasus ini ingatkan dunia bahwa teror bisa muncul kapan saja, bahkan di tempat paling damai seperti pantai wisata.
Pelajaran dari Tragedi Bondi
Serangan teroris Bondi Beach 2025 jadi luka mendalam bagi Australia. Investigasi terus berjalan, tuntutan terhadap pelaku selamat segera polisi ajukan. Pantau update terbaru hanya di situs kami! Bagaimana pendapatmu soal keamanan global pasca-kejadian ini? Tulis komentar di bawah dan bagikan artikel ini!





