Hobi Hype – SEA Games 2025 Thailand kembali didera skandal besar di cabang pencak silat. Selain itu, medali emas Thailand dicabut hanya beberapa menit sebelum upacara penganugerahan setelah protes banding Malaysia diterima. Oleh karena itu, emas kini milik Muhammad Izzul Irfan dari Malaysia. Selanjutnya, apa yang sebenarnya terjadi di final kontroversial ini? Ikuti ulasan lengkap yang penuh drama!
Final Sengit di Men’s Class D Pencak Silat
Pertandingan final men’s Class D (60-65 kg) berlangsung di Hall 4, IMPACT Arena, Muang Thong Thani, Bangkok pada 17 Desember 2025. Di samping itu, Muhammad Izzul Irfan Marzuki dari Malaysia berhadapan dengan Phiraphon Mitthasan dari tuan rumah Thailand. Akibatnya, tekanan home advantage membuat pertarungan semakin panas. Dengan demikian, ini jadi puncak cabang pencak silat yang sudah penuh kontroversi sejak hari sebelumnya. Tak hanya itu, Malaysia sebelumnya sempat ribut dengan wasit di pertandingan lain.
Dari Kekalahan ke Kemenangan Dramatis
Awalnya, wasit beri kemenangan untuk Phiraphon dengan skor 60-57. Selain itu, tim Malaysia langsung protes karena melihat pelanggaran: kaki Phiraphon keluar arena saat serang atau late strike. Oleh karena itu, mereka ajukan banding resmi ke panitia. Akibatnya, setelah evaluasi, penalti 10 poin diberikan ke Thailand. Dengan demikian, skor dibalik jadi 57-50 untuk Muhammad Izzul Irfan – emas pun berpindah tangan tepat sebelum upacara! Bahkan, proses ini butuh lebih dari tiga jam, buat semua tegang menunggu.
Kegembiraan Campur Kekecewaan
Muhammad Izzul Irfan tak percaya saat dengar keputusan. Di samping itu, ia katakan: “Saya tak bisa percaya, tapi ini berkah!” Tak hanya itu, presiden Federasi Silat Nasional Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain Omardin, puji keberanian tim banding. Selain itu, tim Thailand kecewa berat, hilang satu emas dari target mereka. Oleh karena itu, total emas Thailand di pencak silat jadi tiga, bukan empat.
Kritik Transparansi SEA Games
Insiden ini tambah daftar kontroversi SEA Games 2025. Di samping itu, cabang pencak silat sudah ribut sebelumnya, seperti serangan tim Malaysia ke wasit di pertandingan lain. Akibatnya, banyak negara kritik kurang transparan dalam penilaian. Dengan demikian, panitia Thailand harus jawab tuntutan reformasi aturan banding. Bahkan, ini bisa pengaruh klasemen medali keseluruhan, dengan Malaysia naik peringkat.
Media Sosial Meledak
Netizen regional ramai bahas. Selain itu, tagar #SEAGamesKontroversi trending di X dan Instagram. Bahkan, fans Malaysia rayakan “keadilan menang!”, sementara Thailand anggap “curang banding”. Oleh karena itu, diskusi soal fair play semakin panas.
Pelajaran dari Skandal Ini
Pencabutan medali emas Thailand dan pemberian ke Malaysia jadi catatan kelam SEA Games 2025. Oleh karena itu, harap ada perbaikan aturan untuk event mendatang. Pantau update kontingen hanya di situs kami! Kamu setuju dengan keputusan ini? Tulis komentar di bawah dan share artikel!








